Cerita Dewasa Seks Bercinta Dengan Pacarku

Semua ini adalah awal aku mempunyai cerita seks, namaku Martin dan aku merupakan pengannguran karena setelah lulus dari kuliah aku  belum menemukan pekerjaan juga. Padahal sudah banyak lamaran pekerjaan yang coba aku lakukan dan hasilnya nihil. Sebenarnya aku sudah frustasi dengan hal itu karena sekarang aku sudah menginjak usia 25 tahun, dan belum mendapat pekerjaan juga.

Apalagi setiap hari Ibuku selalu mengoceh, untuk aku segera kerja dan masih banyak lagi ocehannya. Untungnya aku masih mempunyai orang yang biasa memberikan kehangatan padaku,  dia adalah Miska cewek cantik yang menjadi pacarku sejak kami masih kuliah sampai sekarang.   Sebenarnya aku agak malu padanya karena dia selalu mentraktirku, setiap kami keluar.

Cerita Seks Pacarku

Dan aku selalu bersikap dingin akhir-akhir ni padanya, supaya dia jenuh bersamaku. tapi bukannya menjauh Miska malah semakin sayang dan perhaatian padaku, seperti hari ini dia ke rumahku setelah pulang dari kerja  ” Kok nggak keluar sich Mas..”  katanya melihatku terbaring di dalam kamar sendiian  ” Mau kemana…”  kataku dengan nada dingin.

Kemudian dia mengajakku pergi keluar, tapi aku pura-pura engggan untuk pergi. Dan setengah memaksa , Miska terus merajuk akhirnya akupun mau. Dengan berganti baju dan dilihat Miska juga karena dia tidak keluar dari dalam kamarku. Tapi dengan cuek aku berganti baju di depannya, setelah sudah selesai kamipun berangkat, dengan mengendarai mobil Miska.

Di dalam mobil aku masih terdiam, sampai di tempat salah satu tempat makan kami berdua menghabiskan waktu dan makan di sana. karena melihatku tidak banyak bicara, MIska bilang kalau dia ingin pulang saja dan memintau untuk mengantarnya, saat itu juga aku membawa mobilnya menuju rumahnya. Setelah sampai di depan rumahnya bukannya turun tangis Miska malah meledak.

Aku jadi panik sendiri ” Ada apa Miska..” Tanyaku , bukannya menjawab dia malah tambah menangis. Akhirnya aku hanya terdiam juga, setelah lama menangis akhirnya mIska berhenti juga. Dia memndang ke arahku ” Martin…akhir-akhir ini kamu berubah kenapa..?” Aku tidak berani menatap wajahnya, saat itu juga dia memegang tanganku ” Martin lihat aku…” katanya.

Tapi aku tetap saja tidak memandang apalagi menatapnya. sampai akhirnya Miska berkata ” Baik kalau begitu aku tahu maksud kamu…” Dan dia kembali melanjutkan “Kamu ingin pisah sama aku kan..” Aku tetap pada sikapku. Saat itu juga aku melihat Miska keluar dari dalam mobilnya dan berlari menuju rumahnya. Aku yang terdiam sejenak kemudian pergi dari tempat itu.

Sesampainya di rumah sebenarnya dadaku sesak. Karena Miska sudah bersamaku selama hampir 4 tahun kami menjalin hubungan. Tapi mau gimana lagi saat ini aku belum juga mendapat pekerjaan, akhirnya aku tertidur malam itu. dan keesoka harinya aku berencana untuk melamar pekerjaan pada satu perusahaan yang aku dengar akan merekrut karyawan baru.

Setelah beberapa jam  melakukan wawancara, akhirnya selesai juga. dan akupun pulang karena hasilnya akan di umumkan lewat telpon daari kantor langsung hari ini juga. Dan aku menunggu hal itu hampir seharian di rumah. Hingga akhirnya ketika jam 5 sore, aku mendapat telpon yang membawa kabar gembira. Kalau aku di terima di perusahaan itu, dan besok adalah awal aku bekerja.

Pertama masuk ke tempat kerja aku agak canggung, tapi setelah beberapa hari bekerja di sana . Akhirnya aku sudah terbiasa bahkan ada seorang gadsi yang senior dari aku berusaha memberi perhatiann lebih padaku. Secara terang-terangan dia terus menempel padaku, sebenarnya Sasa cantik tapi aku nggak suka dengan cewek seperti itu, walaupun hanya sekedar mengukir cerita seks.

Seperti hari itu, ada salah satu teman kami yang mentraktir kami. Di sebuah Cafe, dan kamipun pergi bersama setelah pulang dari kantor. Sesampainya di sana kami memsan makanan dan kami bercanda. Seperti biasa Sasa menempel bahkan bersikap mesra padaku, dan menjadi ledekan teman-teman kami tanpa aku tahu kalau ada mata yang sedang memperhatikan aku.

Hingga akhirnya ketika kami semua pada tertawa, Sandi Salah temanku menyenggol lenganku. Aku tidak mengerti apa maksudnya samapi akhirnya dia menoleh ke arah meja sebelah. Setelah aku lihat ternyata di meja sebelahku makan dengan teman-teman kantorku, berdiri Miska menatapku dengan air mata menetes dari pipinya, saat aku melihatnya dia pergi meninggalkan tempat itu.

Aku hanya terdiam, walau banyak teman-temanku yang bilaang kalau aku harus mengejarnya. Tapi aku menolak, hingga akhirnya teman MIska menghampiri meja kami dan bilang ” Aku tidak tahu siapa kalian.. tapi aku tahu kalau di antara kalian ada yang bernama Martin..cowok yang MIska cintai” Dia menghela nafas dan kembali melanjutkan ” Gara-gara Martin dia menolak lamaran Direktur kami yang baru..” Jelasnya.

Sebenarnya panjang lebar dia mencoba menjelaskan padaku, tapi aku keburu pergi meninggalkan tempat itu. saat itu juga aku menuju ke rumah Miska, belum sampai di rumahnya aku lihat Miska berada di belakangku dengan mobilnya , sedangkan aku berdiri di depan gerbangnya. Akupun mendekat pada kaca mobilnya dan mencoba bicara padanya tapi Miska tidak memperdulikan aku.

Saat itu juga Miska masuk kedalam rumahnya tanpa keluar dari dalam mobilnya. Akupun terdiam dan kembali berjalan menuju rumahku, walau ada kecewa tapi aku tidak menyalahkan Miska. Tidak terasa aku menitikkan air mata juga, sampai akhirnya ada seseorang yang memanggilku, rupanya Miska Dia menatapku dan tanpa berpikr lagi dia memelukku dengan erat sekali.

Aku membalas pelukannya, aku cium wajahnya beberapa kali. Bahkan tanpa terasa aku bilang “Aku kangen..sayang…aku..kangen..” Setelah lama akhirnya dia lepas pelukannya, saat itu juga aku pergi dengan mobil Miska dan sebuah hotel menjadi tujuan kami. Entah siapa yang memulai duluan, mungkin karena sama-sama kangen akhirnya kami melakukan cerita seks  di dalam hotel itu.

Dengan buasnya Miska menciumku bahkan mendorong tubuhku, akupun tidak tinggal diam aku buka baju Miska satau persatu. Setelah dia telanjang akupun membuka bajuku sendiri hingga akhirnya kami sama-sama telanjang bulat. Dengan begitu semakin terasa sentuhan kulit kami apalagi sentuhan kontolku yang sudah menyeruduk perut Miska yang mencumbuku.

Akhirnya perhatian mIska beralih pada kontolku, yang menegang dengan cepat dia kocok dengan tangannya dan kemudian dia kulum dalam mulutnya setelah itu Miska menghisapnya “Oouugghh…oouugghh…sa…yang…ka..mu..be..da…oouugghhh..oouughhh..” Terus Miska memainkan lidahnya dalam mengulum kontolku, sungguh permainan cerita terbaru.

Setelah puas melakukan hal itu, dia hendak memberika permaianan baru untukku tapi segera aku rebahkan tubuhnya pada kasur empuk hotel itu. Miska menatapku penuh nafsu akupun mencoba memasukkan kontolku, tapi beberapa kali mencobanya tidak bisa juga sampai akhirnya ketika aku tuntun ujung kontolku dengan tanganku dan setelah menyentuh bibir memek Miska.

Akupun menghujamkannya, Miska menjerit dan aku lihat dia mengeluarkan air mata. Tapi ketika melihatku dia tersenyum dan membuatku yakin untuk menggoyangnya, setelah itu baru aku goyang perlahan sperti yang aku baca dalam cerita seks “Oouugghh….Mar…tin….oouugghhh….aaaagghh…aaagghhh” Begitulah desahan Miska, dan membuatky semakin cepat menggerakkan pantatku.

Awalnya perlahan tapi kini aku makin cepat menggoyangnya, malah waktu aku mencoba untuk berganti posisi seperti dalam cerita seks , Miska tidak mau dan tetap berbaring di bawahku sambil sesekali menggigit bibirnya. Semakin cepat dan keras pula aku hentakkan kontolku hingga akhirnya diapun mengerang bahkan mencakar-cakar punggungku
“Aaaauuuuooohhhgg….eeeeeuuummmppphh……eeeeeuummpphh…Enak…mar..tin…aagghh..” Katanya.

Dan hal itu membuat aku semakin keras menggoyang pantatku, sampai akhirnya aku sendiri merasakan kalau akan melemparkan klimaks dari kepuasan ini. DEngan cepat dan erat memeluk Miska akupunmengerang “Oouugghh…Mis…ka…sa..yang….oouugghh…ooouugghh..nik..mat…sa…yang…” Akhirnya akupun terkulai di atas tubuhnya, dan dia memelukku mesra.

Setelah lama kami istirahat sambil berpelukan , akhirnya akmi berdua mengobrol di atas kasur itu. TErnyata Miska mendapat telpon dari temannya kalau aku dengan Sasa tidak ada hubungan bahkan MIska dengar kalau selama di kanto,r aku belum pernah menjalin hubungan dnegan cewek manapun. Aku semakin memeluk erat MIska karena aku juga mendengar kalau dia belum pernah menjlin hubungan setelah putus denganku.

Seks Bercinta Dengan Pacarku | Raja Cerita | 4.5