Cerita Dewasa Kulabuhkan Cintaku Pada Astrid

Hari gini masih menyandang predikat jomblo memang tidak lagi harus malu, karena sudah banyak yang menggunakan status jomblo dan single sebagai motifasi untuk lebih semangat lagi. Karena itu akupun lebih santai menjalani kesendirianku meskipun di depan teman-temanku yang sudah banyak memiliki pasangan, bahkan di depan mereka aku lebih happy di banding yang lain.

Karena tidak jarang mereka terkadang badmood jika sedang marahan dengan pasangannya. Namaku Edo dan aku biasa di panggil jomblo sejati, karena memang aku belum pernah berhubungan atau di kenal memiliki seorang pasangan. Namun aku tidak pernah sekalipun di anggap remeh oleh mereka, karena aku bukannya tidak pernah mendekati cewek manapun, yang ada aku selalu bersama para cewek itu.

Tapi tidak pernah sekalipun aku menganggap atau berkomitmen dengan mereka, yang ada aku hanya melakukan adegan layaknya dalam cerita seks. Dan mereka para cewek yang aku ajak begituan tidak ada  yang menuntutku, karena aku memang tidak pernah berkomitmen dengan mereka, tapi aku melakukan hal tersebut dari suka sama suka jadi tidak pernah ada saling marah.

Kulabuhkan Cintaku Pada Astrid

Aku jarang pulang ke rumah tapi lebih sering berada di tempat kost teman. Sebenarnya aku memiliki rumah yang bisa di bilang mewah, tapi aku kurang suka tinggal disana karena jarang juga bisa bertatapan muka dengan mama papaku. Mereka sama-sama sibuk dengan pekerjaannya dan lupa kalau ada aku di rumah, bangun tidur aku sudah tidak melihat mama papaku.

Oleh sebab itu aku juga jarang berada di rumah, dan lebih memilih di rumah teman. Saat ini aku memiliki seorang teman dekat di kampus Alvin namanya, dan aku biasa tinggal lama-lama di rumahnya. Terkadang dari kampus aku langsung pulang ke rumahnya, dan akupun dekat dengan keluarganya termasuk adiknya yang masih duduk di bangku SMU yang bernama Astrid.

Astrid baru kelas tiga SMU tapi dia sudah dewasa pemikirannya, karena keluarga Alvin memang dari keluarga sederhana bahkan bisa di bilang kurang mampu. Karena orang tuanya hanya seorang buruh pabrik, oleh karena itu Alvinpun mencari tambahan buat uang kuliah dengan mencari kerjaan sampingan. Termasuk juga Astrid yang masih SMU dia membuat kue sendiri dan di titipkan ke toko-toko yang tidak jauh dari rumahnya.

Hampir setiap hari aku melihatnya bergulat dengan bahan-bahan kue yang akan dia bikin nanti malam. Dan bila aku menginap di sini tidak jarang aku melihat Astrid bangun malam-malam lalu membuat adonan kuenya, trenyuh hati ini melihat dia bahkan lama-lama akupun sering memikirkan Astrid. Bukan hanya kasihan tapi aku benar-benar tertarik padanya.

Bagaimanapun juga dia sosok cewek yang begitu cantik dalam kesederhaannya. Bahkan aku menjadi cemburu setiap kali melihat Astrid di dekati oleh cowok yang sering main ke rumahnya, tapi aku tersenyum ketika Astrid selalu menolak kedatangan mereka. Karena itu akupun mencoba mendekatinya tapi bukan tanpa hambatan karena tiga bulan mendekati Astrid akupun belum juga mendapat tanggapan darinya.

Karena sibuknya mencoba mendekati Astrid akupun lupa untuk melakukan adegan layaknya dalam cerita seks bersama cewek-cewek bispak. Pikiranku hanya tertuju pada Astrid dan Astrid, untuk memberikan perhatian lebihku padanya akupun sering menginap di rumah Alvin tetap dengan alasan males di rumah. Dan Alvin memahamiku karena dia memang tahu tentang semua problemku, kecuali tentang perasaanku pada adiknya.

Hingga pada suatu malam aku sedang terlelap tidur, tiba-tiba mendengar suara dari dapur. Akupun terbangun dan aku tidak melihat Alvin, saat itu juga aku ingat kalau dia sedang ada tugas malam dan memang biasa tidak pulang. Akupun bergerak di dapur dan aku lihat Astrid sedang mempersiapkan bahan-bahan kuenya saat aku lihat jam sudah menunjukan dua malam.

Dia sedang mencampur semua bahan sebelum mengolahnya “Boleh kakak bantu..?” Kataku menghampirinya “Nggak usah kak..Astrid sudah biasa kerja ini mah..” Jawabnya sambil terus melanjutkan pekerjaannya, akupun mendekat berusaha mencari perhatiannya. Tiba-tiba tangan kami berdua sama-sama berpegangan secara tidak sengaja dan kamipun agak sedikit kaget saat itu.

Dengan malu-malu Astrid menundukan kepalanya dan entah mendapat keberanian darimana waktu itu, akupun mendongakkan dagu Astrid kemudian aku kecup dengan lembutnya. Lama kami melakukan hal itu hingg akhirnya aku semakin berani dengan menyentuh bagian dadanya. Sambil terus melumat bibirnya akupun meremas kedua toketnya juga dan sepertinya Astrid juga menikmati.

Kini posisi kami sama-sama berhadapan dan dengan mesranya aku peluk tubuh Astrid, diapun merebahkan kepalanya dalam dadaku. Akupun melumat kembali bibirnya kini dengan semakin hangat “Aaaaaggggghh…. eeeeeuuummmmmppphh…. aaaaaggggghh… aaaaggghhh… ” Kedengarannya dia sudah di penuhi oleh nafsu akibat sentuhanku, karena aku sudah berpengalaman di dalam melakukan adegan cerita seks.

Akhirnya akupun melepas pakaiannya satu persatu, dan Astrid mencoba berontak kecil sambil berkata “Jangan kak..Astrid masiiih..” Akupun memeluknya sambil berkata “Kakak tahu.. dan kakak akan bertanggung jawab sayang..” Lalu akupun kembali melanjutkan aksiku, kini tubuh kami berdua sudah sama-sama telanjang dan di atas meja panjang di dapurnya aku rebahkan tubuh Astrid.

Akupun lama memberikan foreplay padanya, hingga dia mendesah-desah “Aaagggghh… aaaagggggghhhh… kaaak… aaagggghhhh.. aaaaagggghh… aaagggghh..” Desahnya sambil terus menggelinjang dan aku tahu kalau dia barukali ini melakukan adegan cerita seks beda denganku, yang selalu membawa cewek bispak bahkan cewek kampus yang selalu mendekatiku.

Ketika aku menggoyang tubuhnya dengan sedikit keras Astrid mengerang saat itu juga “OOOuuuuwww… aaaagggghhh… aaagggghhh… aaaaagggghh..” Kontolkupun semakin cepat pula keluar masuk dalam memeknya. Dan membuat Astrid berkali-kali menahan jeritan kecilnya, dia mencakar-cakar punggungku yang mulai basah oleh keringat dan aku semakin mempercepat gerakan tubuhku.

Sampai akhirnya akupun merasa kalau akan segera mencapai puncak kenikmatan dan “Aaaaaaggghhhh… aaaagggghh… ooouuugghhh… ooouugghh..” TUbuh kami sama-sama saling menekan menikmati kepuasan yang kami rasakan. Sampai akhirnya tubuhku mulai lemas namun dengan mesra aku masih memeluk tubuh Astrid yang masih terlihat malu dengan menundukan kepalanya tanpa bernai menatap mataku.

Tapi aku berjanji untuk bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan pada Astrid. Meskipun aku sudah sering melakukan adegan cerita seks, tapi dengan Astrid sungguh beda aku merasa kalau kami benar-benar di ciptakan untuk selamanya bersama. Dan sejak saat itu akupun berani menyatakan hubunganku dengan Astrid di depan Alvin dan juga keluarganya bahwa aku akan bertanggung jawab pada Astrid.

Kulabuhkan Cintaku Pada Astrid | Raja Cerita | 4.5